pengetahuan
Senin, 27 Oktober 2014
ulumul hadits
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Al-Qur’an adalah kalamullah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril sebagai
mu’jizat. Al-Qur’an adalah sumber ilmu bagi kaum muslimin yang merupakan
dasar-dasar hukum yang mencakup segala hal.
Mempelajari isi Al-Qur’an akan
menambah perbendaharaan baru, memperluas pandangan dan pengetahuan,
meningkatkan perspektif baru dan selalu menemui hal-hal yang selalu baru. Lebih
jauh lagi, kita akan lebih yakin akan keunikan isinya yang menunjukkan Maha
Besarnya Allah sebagai penciptanya.
Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa
Arab. Oleh karena itu, ada anggapan bahwa setiap orang yang mengerti bahasa
Arab dapat mengerti isi Al-Qur’an. Lebih dari itu, ada orang yang merasa telah
dapat memahami dan menafsirkan Al-Qur’an dengan bantuan terjemahnya, sekalipun
tidak mengerti bahasa Arab. Padahal orang Arab sendiri banyak yang tidak
mengerti kandungan Al-Qur’an. Maka dari itu, untuk dapat mengetahui isi kandungan
Al-Qur’an diperlukanlah ilmu yang mempelajari bagaimana tata cara menafsiri
Al-Qur’an yaitu Ulumul Qur’an dan juga terdapat faedah-faedahnya. Dengan adanya
pembahasan ini, kita sebagai generasi islam supaya lebih mengenal Al-Qur’an,
karena tak kenal maka tak sayang.
Rumusan
Masalah
Adapun permasalahan yang akan
dibahas dalam makalah ini adalah :
- Apa pengertian Ulum, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an ?
- Bagaimana pendapat para ulama’ ?
- Bagaimana sejarah perkembangannya ?
- Bagaimana istilah lahirnya Ulumul Qur’an?
- Apa saja pembagian dan cabang Ulumul Qur’an?
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian
- Arti Kata ‘Ulum
Secara etimologi, kata Ulumul Qur’an
berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu “Ulum” dan
“Al-Qur’an”. Kata ulum adalah bentuk jamak dari kata “ilmu” yang berarti
ilmu-ilmu. Kata ulum yang disandarkan pada kata Al-Qur’an telah memberikan
pengertian bahwa ilmu ini merupakan kumpulan sejumlah ilmu yang berhubungan
dengan Al-Qur’an, baik dari segi keberadaanya sebagai Al-Qur’an maupun dari
segi pemahaman terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya
- Arti Kata Al-Qur’an
Menurut bahasa, kata “Al-Qur’an”
merupakan bentuk mashdar yang maknanya sama dengan kata “qira’ah” yaitu bacaan.
Bentuk mashdar ini berasal dari fi’il madli “qoro’a” yang artinya membaca.
Menurut istilah, “Al-Qur’an” adalah
firman Allah yang bersifat mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang
tertulis dalam mushaf-mushaf, yang dinukil dengan jalan mutawatir dan yang
membacanya merupakan ibadah. Untuk lebih memahami pengertian Al-Qur’an secara
jelas, berikut beberapa pendapat-pendapat tentang al-qur’an :
- Menurut Manna’ Al-Qathkan, Al-Qur’an adalah kitab yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membaca akan memperoleh
pahala.
- Menurut Al-Jurjani, Al-Qur’an adalah wahyu yang
diturunkan kepada Rasulullah yang ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan
secara mutawatir (berangsur-angsur).
- Menurut kalangan pakar ushul fiqih, fiqih, dan bahasa
Arab, Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya, lafadz-lafadznya
mengandung mu’jizat, membacanya bernilai ibadah, diturunkan secara
mutawatir dan ditulis dari surat Al-Fatihah sampai akhir surat yaitu
An-Nas.
Dari beberapa pengertian di atas,
dapat disimpulkan bahwa kata “Al-Qur’an” adalah firman Allah yang bersifat
mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat
Jibril yang tertulis dalam mushaf-mushaf yang dinukil kepada kita secara
mutawatir, membacanya bernilai ibadah, yang diawali dengan surat Al-Fatihah dan
diakhiri dengan surat An-Nas.
- Arti Kata Ulumul Qur’an
Setelah membahas kata “ulum” dan
“Al-Qur’an” yang terdapat dalam kalimat “Ulumul Qur’an”, perlu kita ketahui
bahwa tersusunnya kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa adanya bermacam-macam
ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan Al-Qur’an atau pembahasan-pembahasan
yang berhubungan dengan Al-Qur’an, baik dari aspek keberadaannya sebagai
Al-Qur’an maupun aspek pemahaman kandungannya sebagai pedoman dan petunjuk bagi
manusia.
Pendapat
Para Ulama’
Definisi Ulumul Qur’an
Secara terminologi terdapat berbagai
pendapat para ulama’ terhadap definisi Ulumul Qur’an, antara lain :
- Menurut As-Suyuthi memberikan definisi Ulumul
Qur’an adalah sebagai berikut :
علم
يبحث فيه عن احوال الكتاب العزيز من جهة نزوله وسنده وادابهوالفاظه ومعانيه المتعلقة بالاحكام وغير
ذالكّ.
ilmu yang membahas tentang keadaan
Al-Qur’an dari segi turunnya, sanadnya, adab makna-maknanya, baik yang
berhubungan dengan lafadz-lafadznya maupun hukum-hukumnya.[1]
- Al-Zarqany merumuskan Ulumul Qur’an sebagai berikut :
مباحث
تتعلّق بالقران الكريم من ناحية نزوله وترتيبه وجمعه وكابته وقراءته وتفسيره
واعجازه وناسخه ومنسوخه ودفع الشّبه عنه ونحو ذالك.
Beberapa pembahasan yang berhubungan
dengan Al-Qur’an dari turunnya, urutannya, pengumpulannya, penulisannya,
bacaannya, penafsirannya, kemu’jizatannya, nasikh mansukhnya, penolakan hal-hal
yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya.[2]
- Menurut Manna’ al-Qaththan merumuskan ulumul
qur’an
Adalah ilmu yang mencakup
pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan al-qur’an, dari segi pengetahuan
tentang sebab-sebab turunnya, pengumpulan al-qur’an dan urut-urutannya,
pengetahuan tentang ayat-ayat makkiyah dan madaniyah, dan hal-hal yang lain
yang ada hubungannya dengan al-qur’an.[3]
- Menurut Muhammad Ali Ash-Shobuni
Menyatakan bahwa ulumul qur’an ialah
ilmu-ilmu yang membahas tentang turunnya al-qur’an, pengumpulannya, susunannya,
pembukuannya, sebab-sebab turunnya, makkiyah dan madaniyahnya serta mengenai
nasikh dan mansukhnya, muhkam dan mutasyabihnya dan lain-lain yang berhubungan
dengan al-qur’an.[4]
Sejarah
Perkembangan Ulumul Qur’an
Sebagai ilmu yang terdiri dari
berbagai cabang dan macamnya, Ulumul Qur’an tidak lahir sekaligus. Ulumul Qur’an
menjelma menjadi suatu disiplin ilmu melaui proses pertumbuhan dan perkembangan
sesuai dengan kebutuhan dan kesempatan untuk membenahi Al-Qur’an dari segi
keberadaanya dan segi pemahamannya.
Di masa Rasul SAW dan para shahabat,
Ulumul Qur’an belum dikenal sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri dan
tertulis. Para shahabat adalah orang-orang Arab asli yang dapat merasakan
struktur bahasa Arab yang tinggi dan memahami apa yang diturunkan kepada Rasul
dan bila menemukan kesulitan dalam memahami ayat-ayat tertentu, mereka dapat
menanyakan langsung kepada Rasul SAW. Dengan demikian ada tiga faktor yang
menyebabkan Ulumul qur’an tidak di bukukan di masa Rasul dan sahabat.Pertama
kondisinya tidak membutuhkan karena kemampuan mereka yang besar dalam memahami
Al-Qur’an dan Rasul dapat menjelaskan maksudnya.Kedua,sahabat sedikit sekali
yang bisa menulis.Ketiga,adanya larangan Rasul untuk menuliskan selain
Al-Qur’an.
Di zaman Khulafaur Rasyidin sampai
Dinasti Umayyah, wilayah islam bertambah luas sehingga terjadi pembaruan antara
orang Arab dan bangsa-bangsa yang tidak mengetahui bahasa Arab. Keadaan
demikian menimbulkan kekhawatiran shahabat akan tercemarnya keistimewaan bahasa
Arab, bahkan dikhawatirkan tentang bacaan Al-Qur’an yang menjadi sebuah standar
bacaan mereka. Untuk mencegah kekhawatiran itu, disalinlah dari tulisan-tulisan
asli Al-Qur’an yang disebut dengan Mushaf Imam. Dan dari salinan inilah suatu
dasar Ulumul Qur’an disebut Al-Rasm Al-Utsmani.
Kemudian Ulumul Qur’an memasuki masa
pembukuannya pada abad ke-2 H. Para ulama’ memberikan prioritas perhatian
mereka terhadap ilmu tafsir karena fungsinya sebagai umm al-ulum
al-qur’aniyyah. Sampai saat ini bersamaan dengan masa kebangkitan modern dalam
perkembangan ilmu-ilmu agama, para ulama’ masih memperhatikan akan ilmu Qur’an
ini. Sehingga tokoh-tokoh ahli tafsir (Qur’an) masih banyak hingga saat ini di
seluruh dunia.
Lahirnya Istilah Ulumul Qur’an
Kemunculan istilah Ulumul Qur’an dan
orang yang pertama menggunakannya terdapat tiga pendapat di kalangan para
penulis Ulumul Qur’an.
1. Pendapat umum mengatakan bahwa masa lahirnya istilah Ulumul Qur’an pertama kali pada abad ke-7
2. Al-Zarqani berpendapat bahwa istilah ini lahir dengan lahirnyakitab Al-Burhan fi ulum al-Qur’an,karya Ali ibn Ibrahim ibn sa’id yang terkenal dengan sebutan Al-Hufi w.430 H.
3. Subi al-Salih tidak setuju dengan kedua pendapat ini.Ia berpendapat orang yang pertama kali mengguinakan istilah Ulumul Qur’an adalah ibn al-Mirzaban pada abad ke-3 H.T.M.Hasbi Ash-Shiddieqy juga setuju dengan pendapat ini.
1. Pendapat umum mengatakan bahwa masa lahirnya istilah Ulumul Qur’an pertama kali pada abad ke-7
2. Al-Zarqani berpendapat bahwa istilah ini lahir dengan lahirnyakitab Al-Burhan fi ulum al-Qur’an,karya Ali ibn Ibrahim ibn sa’id yang terkenal dengan sebutan Al-Hufi w.430 H.
3. Subi al-Salih tidak setuju dengan kedua pendapat ini.Ia berpendapat orang yang pertama kali mengguinakan istilah Ulumul Qur’an adalah ibn al-Mirzaban pada abad ke-3 H.T.M.Hasbi Ash-Shiddieqy juga setuju dengan pendapat ini.
Dari ketiga pendapat di atas
pendapat Shubhi al-Shalih jelas lebih kuat.Sebab ibn al-Mirzabanlah penulis
yang pertama menggunakan istilah Ulumul Qur’an pada kitabnya yang berjudul
Al-Hawi fi Ulum al-Qur’an.
Pembagian Dan Cabang-Cabang Ulumul
Qur’an
Ilmu-ilmu Al-Qur’an pada dasarnya
terbagi kedalam dua kategori.Pertama ilmu Riwayah yaitu ilmu yang dapat di
ketahui melalui riwayat seperti bentuk-bentuk qiraat,tempat turunnya
Al-Qur’an,Waktu turunnya,dan sebab turunnya.Kedua,ilmu dirayah,yaitu ilmu-ilmu
yang di ketahui melalui jalan renungan,berpikir,dan penyelidikan,seperti
mengetahui pengertian lafal yang gharib,makna-makna yang menyangkut hokum,dan
penafsiran ayat-ayat yang perlu di tafsirkan.
Menurut T.M Hasbi Ash-Shiddiqy,ada tujuh belas ilmu-ilmu Al-Qur’an yang terpokok.
1. Ilmu Mawathin al-Nuzul
Ilmu ini menerangkan tempat-tempat turun ayat,masanya,awalnya dan akhirnya.
2. Ilmu Tawarikh al-Nuzul
Ilmu ini menjelaskan masa turun ayat dan urutan turunnya satu persatu dari pemulaaan sampai akhir serta urutan turun surah dengan sempurna.
3. Ilmu Asbab al-Nuzul
Ilmu ini menjelaskan sebab turun ayat
4. Ilmu Qiraat
Ilmu ini menerangkan bentuk-bentuk bacaan Al-Qur’an yang telah di terima dari Rasul SAW
5. Ilmu Tajwid
Ilmu ini menerangkan cara membaca Al-Qur’an dengan baik.
6. Ilmu Gharib Al-Qur’an
ILmu ini menerangkan makna kata-kata yang ganjil dan tidak terdapat dalam bahasa arab yang biasa atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari.
7. Ilmu I’rab al-Qur’an
Ilmu ini menerangkan baris kata-kata Al-Qur’an dan kedudukannya dalam susunan kalimat.
8. Ilmu Wujuh wa al- Nazair
Ilmu ini menerangkan kata-kata Al-Qur’an yang yang mengandung banyak arti dan menerangkan makna yang di maksud pada tempat tertentu.
9. Ilmu Ma’rifah al-Muhkam wa al-Mutasyabih
ILmu ini menjelaskan ayat-ayat yang di pandang muhkam jelas maknanya dan mutasyabih samar maknanya.
10. Ilmu Nasikh wa al-Mansukh
Ilmu ini menerangkan ayat-ayat yang di anggap mansukh {yang di hapuskan} oleh sebagian para mufassir
11. Ilmu Badai’al-Qur’an
Ilmu ini bertujuan menampilkan keindahan Al-Qur’an,dari sudut kesusteraan, keanehan,dan ketinggian balaghahnya.
12. Ilmu I’jaz al-Qur’an
Menerangkan kekuatan susunan dan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an sehingga dapat membungkem para sastrawan Arab.
13. Ilmu Tanasub Ayat Al-Qur’an
Ilmu ini menerangkan persesuaian dan keserasian antara suatu ayat dan ayat yang di depan dan yang di belakangnya.
14. Ilmu Aqsam al-Qur’an
Ilmu ini menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan yang terdapat dalam Al-Qur’an.
15. Ilmu Amtsal al-Qur’an
Menerangkan maksud perumpamaaan-perumpamaan yang di kemukakan Al-Qur’an.
16. Ilmu Jidal al-Qur’an
Membahas bentuk-bentuk dan cara-cara debat dan bantahan al-Qur’an yang di hadapkan kepada kaum musyrik yang tidak bersedia menerima kebenaran dalam Al-Qur’an
17. Ilmu Adab Tilawah Al-Qur’an
Memaparkan tata cara dan kesopanan yang harus di ikuti ketika mambaca Al-Qur’an.
Menurut T.M Hasbi Ash-Shiddiqy,ada tujuh belas ilmu-ilmu Al-Qur’an yang terpokok.
1. Ilmu Mawathin al-Nuzul
Ilmu ini menerangkan tempat-tempat turun ayat,masanya,awalnya dan akhirnya.
2. Ilmu Tawarikh al-Nuzul
Ilmu ini menjelaskan masa turun ayat dan urutan turunnya satu persatu dari pemulaaan sampai akhir serta urutan turun surah dengan sempurna.
3. Ilmu Asbab al-Nuzul
Ilmu ini menjelaskan sebab turun ayat
4. Ilmu Qiraat
Ilmu ini menerangkan bentuk-bentuk bacaan Al-Qur’an yang telah di terima dari Rasul SAW
5. Ilmu Tajwid
Ilmu ini menerangkan cara membaca Al-Qur’an dengan baik.
6. Ilmu Gharib Al-Qur’an
ILmu ini menerangkan makna kata-kata yang ganjil dan tidak terdapat dalam bahasa arab yang biasa atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari.
7. Ilmu I’rab al-Qur’an
Ilmu ini menerangkan baris kata-kata Al-Qur’an dan kedudukannya dalam susunan kalimat.
8. Ilmu Wujuh wa al- Nazair
Ilmu ini menerangkan kata-kata Al-Qur’an yang yang mengandung banyak arti dan menerangkan makna yang di maksud pada tempat tertentu.
9. Ilmu Ma’rifah al-Muhkam wa al-Mutasyabih
ILmu ini menjelaskan ayat-ayat yang di pandang muhkam jelas maknanya dan mutasyabih samar maknanya.
10. Ilmu Nasikh wa al-Mansukh
Ilmu ini menerangkan ayat-ayat yang di anggap mansukh {yang di hapuskan} oleh sebagian para mufassir
11. Ilmu Badai’al-Qur’an
Ilmu ini bertujuan menampilkan keindahan Al-Qur’an,dari sudut kesusteraan, keanehan,dan ketinggian balaghahnya.
12. Ilmu I’jaz al-Qur’an
Menerangkan kekuatan susunan dan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an sehingga dapat membungkem para sastrawan Arab.
13. Ilmu Tanasub Ayat Al-Qur’an
Ilmu ini menerangkan persesuaian dan keserasian antara suatu ayat dan ayat yang di depan dan yang di belakangnya.
14. Ilmu Aqsam al-Qur’an
Ilmu ini menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan yang terdapat dalam Al-Qur’an.
15. Ilmu Amtsal al-Qur’an
Menerangkan maksud perumpamaaan-perumpamaan yang di kemukakan Al-Qur’an.
16. Ilmu Jidal al-Qur’an
Membahas bentuk-bentuk dan cara-cara debat dan bantahan al-Qur’an yang di hadapkan kepada kaum musyrik yang tidak bersedia menerima kebenaran dalam Al-Qur’an
17. Ilmu Adab Tilawah Al-Qur’an
Memaparkan tata cara dan kesopanan yang harus di ikuti ketika mambaca Al-Qur’an.
Al-Zarqani mengumpamakan ulumul
qur’an sebagai kunci bagi para mufassir.Menurut Manna’Al-Qaththan ilmu ini
kadang-kadang di sebut Ushul al-Tafsir karena ilmu ini meliputi
pembahasan-pembahasan yang harus di ketahui oleh seorang mufassir untuk menjadi
landasannya dalam menafsirkan al-Qur’an.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah
disebutkan dapat disimpulkan bahwa secara terminologi, Ulumul Qur’an adalah
kumpulan sejumlah ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an yang mempunyai ruang
lingkup pembahasan yang luas. Pertumbuhan dan perkembangan Ulumul Qur’an
menjelma menjadi suatu disiplin ilmu melalui proses secara bertahap dan sesuai
dengan kebutuhan dan kesempatan untuk membenahi Al-Qur’an dari segi keberadaan
dan pemahamannya. Jadi, Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi manusia yang
disajikan dengan status sastra yang tinggi. Kitab suci ini sangat berpengaruh
terhadap kehidupan manusia semenjak Al-Qur’an diturunkan, terutama terhadap
ilmu pengetahuan, peradaban serta akhlak manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Wahid Ramli, Drs.2002.Ulumul
Qur’an. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Abdul, Halim M.1999. Memahami
Al-Qur’an. Bandung : Marja’
Anwar, Rosihan.2006.Ulumul Qur’an.
Bandung : Pustaka Setia
Nata, Abuddin.1992.Al-Qur’an dan
Hadits. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Shaleh, K.H.1992. Asbabun Nuzul.
Bandung : C.V Diponegoro
Zuhdi, Masfuk.1997. Pengantar
Ulumul Qur’an. Surabaya : Karya Abditama
No related posts.
Abu Anwar, Drs.2002.Ulumul Qur’an
sebuah pengantar.Pekanbaru: Amzah.
[1]
As-Suyuthi, Itmam Al-Dirayah, Mesir: Isa Al-Bab Al-Halabi, hlm. 47
[2]
Az-Zarqoni, Manahil Al-’Irfan, Jilid I, Dar Al-Fikr, Beirut, tt., hlm.
79.
[3]
Al-Qathtan, Manna’, Mahabits fi Ulum al-Qur’an. Al-Syarikah
Al-Muttahidah li al-Tauzi, Beirut, 1973, hlm. 15-16
[4]
Ali Ash-Shobuni, At-Tibyan fi Ulumul qur’an, 1981, hlm.8
TUGAS FISIKA
Kumpulan Contoh Soal
Tentang Gerak Satu Dimensi, Gerak Dalam Bidang Datar, Hukum Newton, Hukum
Gravitasi Newton Dan Hukum Kepler.

Oleh
AWALUDDIN
60500114019
KIMIA
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2014
GERAK
SATU DIMENSI
1. Seorang pelari menempuh 2 km dalam 5 menit dan kemudian
membutuhkan 10 menit untuk berjalan kembali ke titik awal.
a.
Berapakah
kecepatan rata-rata untuk 5 menit pertama?
b.
Berapakah
kecepatan rata-rata selama waktu yang dipakai untuk berjalan?
c.
Berapakah
kecepatan rata-rata untuk total perjalanan?
d.
Berapakah
kelajuan rata-rata untuk total perjalanan?
Penyelesaian :
Diketahui :
Δx1
= 2 km = 2.000 m
Δt1
= 5 menit = 300 s
Δx2
= 2 km = 2.000 m
Δt2
= 10 menit = 600 s
Ditanya :
a. v rata-rata 1 = ...?
b. v rata-rata 2 = ...?
c. v rata-rata = ...?
d. v rata-rata = ...?
Jawab :
2. Seorang pelari menempuh 2 km dalam 5
menit dan kemudian membutuhkan 10 menit untuk berjalan kembali ke titik awal.
a.
Berapakah kecepatan rata-rata untuk 5 menit pertama
b.
Berapakah kecepatan rata-rata selama waktu yang dipakai
untuk berjalan?
c.
Berapakah kecepatan rata-rata untuk total perjalanan?
d.
Berapakah kelajuan rata-rata untuk total perjalana?
Jawab
:
3. Nambuhan menaiki motor dengan
persamaan kecepatan v = ( 2 t2 i+8 t j )
m/s. tentukan :
a. vektor percepatan rata-rata dari t =
1 s hingga t = 3 s,
b. komponen sumbu X percepatan
rata-rata dari t = 1 s hingga t = 3 s,
c. komponen sumbu Y percepatan
rata-rata dari t = 1 s hingga t = 3 s,
d. basar percepatan rata-rata dari t =
1 s hingga t = 3 s,
penyelesaian:
Diketahui:
v = ( 2 t2
i+8 t j ) m/s.
t = 1
samapai 3
Ditanyakan
:
a.
=…?
b.
ax =…?
c.
a y=…?
d.
=...?
e.
=…?
Jawab:
a.
= 
b.

c.
d. 
4. Sebuah BOLA kasti di ikat dengan
seutas tali dan di putar melingkar beraturan dengan jari-jari 0,5 m di atas
sebuah meja. Bola kasti melakukan 2 kali putaran setiap detiknya . Berapakah
laju linear kasti tersebut ?
Penyelesaian :
Dik :
f = 2 Hz ;
R = 0,5 m
Dit :
Kecepatan linear =…….?
Jawab:
v = 2π R f
v = 2(3,14)(0,5 m)(2 sˉ¹)
v = 6,28 msˉ¹
5. Roda sepeda berputar dengan
percepatan anguler konstan 2 radsˉ². Jika roda awalnya dalam keadaan diam,
berapakah jumlah putaran yang dihasilkan dalam 8 sekon ?
Penyelesaian :
Dik :
α = 2 radsˉ² ;
t = 8 s
Dit :
n (jumlah putaran) =…….?
Oleh karena ω₀ = 0 (roda mulai dari keadaan diam)
sehingga
ѳ = ω₀t + ½ αt²
ѳ = 0 + ½ (2 radsˉ²)(8 s)² = 64
radian
Jadi, jumlah putarannya adalah
n = 64 radian ₓ 1
putaran
2π radian
= 32 putaran
= 10,2 putaran.
π
GERAK
DALAM BIDANG DATAR
1. Sebuah BOLA di lontarkan dari atap
sebuah gedung yang tingginya adalah (h=10 m) dengan kelajuan awal (v₀ = 1o m/s) jika percepatan gravitasi bumi adalah (10 ms²)
sudut yang terbentuk antara arah lemparan bola dengan arah horizontal adalah 30⁰ dan gesekan BOLA dengan udara di abaikan.
Tentukan :
a. Waktu yang diperlukan bola untuk
menyentuh tanah ?
b. Jarak mendatar yang di capai bola ?
Penyelesaian
:
Diketahui
:
h=10 m
v₀ = 10 m/s
g
= 10 m/s2
Ditanyakan :
a. Y=…………?
b. X=………....?
Jawaban:
a. Waktu yg diperlukan bola untuk menyentuh
tanah ketinggian gedung (h=y) :
Y = (v₀
sin ѳ)t
- ½gt²
-10 = 10(½)t - ½(10)t²
5t² - 5t – 10 = o
t² - t – 2 = 0
(t-2)(t+1) = 0
(t= 2 sekon ) v (t= -1 sekon)
b. Jarak mendatar yg dicapai bola :
x = (v₀ cos ѳ)t
x = 10.(½ √3 )(2)
x = 10 √3 meter
2. Seseorang memegang bola pada
ketinggian 20 meter lalu melempar horisontal ke depan dengan kecepatan awal 5
m/s. Tentukan :
a) Selang waktu bola tiba di tanah
b) Jarak horisontal terjauh yang dicapai bola
c) Kelajuan bola ketika tiba di tanah

Penyelesaian:
a) Selang waktu bola tiba di tanah (t) Penyelesaiannya seperti
menentukan selang waktu benda yang melakukan gerak jatuh
bebas.

b) Jarak horisontal terjauh yang dicapai bola (s)
Diketahui:
V0x= 5 m/s
(laju awal pada arah horisontal)
t = 2 sekon (selang waktu bola di
udara)
Ditanyakan:
S =……..?
Jawab
v = s / t
s = v. t = (5)(2) = 10 meter
v = s / t
s = v. t = (5)(2) = 10 meter
c)
Kelajuan bola ketika tiba di tanah
(vt)
vox = vtx = vx = 5 m/s
vty = …. ?
Kelajuan akhir pada arah vertikal dihitung seperti menghitung kelajuan akhir pada gerak jatuh bebas.
Diketahui : voy = 0, g = 10, h = 20
Ditanya : vt
Jawab :
vox = vtx = vx = 5 m/s
vty = …. ?
Kelajuan akhir pada arah vertikal dihitung seperti menghitung kelajuan akhir pada gerak jatuh bebas.
Diketahui : voy = 0, g = 10, h = 20
Ditanya : vt
Jawab :

3.
Bola disepak membentuk sudut 30o
terhadap permukaan lapangan dengan kecepatan awal 10 m/s. Tentukan :
a.
Ketinggian maksimum
b.
Kelajuan bola pada ketinggian
maksimum
c.
Selang waktu bola tiba di
permukaan lapangan
d.
Jarak horisontal terjauh yang
dicapai bola

Penyelesaian
a.
Ketinggian maksimum
Penyelesaiannya seperti menentukan
ketinggian maksimum pada gerak vertikal ke atas.
Diketahui :
vo = 10 m/s
voy = vo sin
vo = 10 m/s
voy = vo sin
voy = vo sin 30 =
(10)(0,5) = 5 m/s
g = -10 m/s2
vty = 0
Ditanya :
g = -10 m/s2
vty = 0
Ditanya :
hmax=……….?


b.
Kelajuan bola pada ketinggian
maksimum
Kelajuan pada ketinggian maksimum = kelajuan pada arah horisontal = vx.
vx = vo cos 30 = (10)(0,87) = 8,7 m/s
Kelajuan pada ketinggian maksimum = kelajuan pada arah horisontal = vx.
vx = vo cos 30 = (10)(0,87) = 8,7 m/s
c.
Selang waktu
Penyelesaiannya seperti menentukan selang waktu pada gerak vertikal ke atas.
Diketahui :
Penyelesaiannya seperti menentukan selang waktu pada gerak vertikal ke atas.
Diketahui :
voy = vo sin 30 =
(10)(0,5) = 5 m/s
g = -10 m/s2
h = 0
g = -10 m/s2
h = 0
Ditanya :
t
=………?
Jawab :


d.
Jarak horisontal terjauh
x = vx t = (8,7)(1) = 8,7 meter
x = vx t = (8,7)(1) = 8,7 meter
4. Dian
melempar bola mendatar dengan kecepatan 10 m/s dari puncak gedung
setinggi 125 m. tentukan:
a. Waktu
yang diperlukan bola untuk mencapai tanah,
b. Jarak
mendatar yang ditempuh bola.
Penyelesaian
Diketahui:
Y =125 m
V0x= 10 m/s
Ditanyakan:
t
=……?
x
=……?
Jawab:
a.
V0x =
10 m/s dan V0y = 0 m/s
Y=
V0. Sin
. t +
. g.
125
= 0 +
. 10.
maka,
t
= 5 s
b.
x = v0x. t =
10. 5 = 50 m
5.
Dua buah roda
berputar dihubungkan seperti gambar berikut!

Jika kecepatan roda pertama adalah 20 m/s jari-jari roda pertama dan kedua masing-masing 20 cm dan 10 cm, tentukan kecepatan roda kedua!
Pembahasan
Kecepatan sudut untuk hubungan dua roda seperti soal adalah sama:


Jika kecepatan roda pertama adalah 20 m/s jari-jari roda pertama dan kedua masing-masing 20 cm dan 10 cm, tentukan kecepatan roda kedua!
Pembahasan
Kecepatan sudut untuk hubungan dua roda seperti soal adalah sama:

HUKUM
NEWTON
1. Dua buah benda digantungkan dengan
seutas tali pada katrol silinder yang licin tanpa gesekan seperti pada gambar.
Massa m1 dan m2 masing- masing 5 kg dan 3 kg. Tentukan:
a. Percepatan beban
b. Tegangan tali
Jawaban
Benda m1 karena massanya lebih besar turun,
sedangkan benda m2 naik. Gaya tegangan tali di mana-mana sama
karena katrol licin tanpa gesekan.
·
Tinjau benda m1
Σ
F = m1 . a
w1
– T = m1 . a
5
. 10 – T = 5 . a
T
= 50 – 5a
·
Tinjau benda m2:
Σ
F = m2 . a
T
– W2 = m2 . a
T
– 3.10 = 3 . a
T
= 30 + 3a
a. Disubstitusikan harga T sama.(untuk
mencari a )
T = T
50 – 5a = 30 + 3a
8 a = 20
a = 2,5 m/s2
b. Untuk mencari besar T pilihlah salah satu
persamaan.
T = 30 + 3a
T = 30 + 3 x 2,5
T = 30 + 7,5
T = 37,5 N
2. Pesawat Atwood seperti pada gambar,
terdiri dari katrol silinder yang licin tanpa gesekan. Jika m1 = 50
kg , m2 = 200kg dan g = 10 m/det2 antara balok m1
dan bidang datar ada gaya gesek dengan μ = 0,1. massa katrol 10 kg. hitunglah:
a. percepatan system
b. gaya tegang tali
Jawaban
a. percepatan sistem
·
Tinjau m1:
Σ F = m . a
T – fk = m . a
T – μk . N = m1
. a
T – 0,1 . m1 . g = m1
. a
T – 0,1 50 . 10 = 50 . a
T = 50 + 50a
·
Tinjau m2 (dan substitusikan nilai T):
Σ F = m . a
w2 – T = m2 . a
m2 . g – T = m2 . a
200 . 10 – (50 + 50a) = 200 . a
2000 – 50 – 50a = 200 . a
1950 = 250 . a
a = 7,8 m/s2.
b. Hitunglah nilai T
T = 50 + 50a
T = 50 + 50 x 7,8
T = 50 + 390
T = 440 N
3. Perhatikan
gambar berikut, benda 5 kg mula-mula dalam kondisi tidak bergerak!

Jika sudut yang terbentuk antara gaya F = 25 N dengan garis mendatar adalah 37o, koefisien gesek kinetis permukaan lantai adalah 0,1 dan percepatan gravitasi bumi 10 m/s2 tentukan nilai:

Jika sudut yang terbentuk antara gaya F = 25 N dengan garis mendatar adalah 37o, koefisien gesek kinetis permukaan lantai adalah 0,1 dan percepatan gravitasi bumi 10 m/s2 tentukan nilai:
a) Gaya
normal
b) Gaya
gesek
c) Percepatan
gerak benda
(sin 37o = 0,6 dan cos 37o = 0,8)
(sin 37o = 0,6 dan cos 37o = 0,8)
Gaya-gaya
pada benda diperlihatkan gambar berikut:

a. Gaya
normal
Σ Fy = 0
N + F sin θ − W = 0
N = W − F sin θ = (5)(10) − (25)(0,6) = 35 N
Σ Fy = 0
N + F sin θ − W = 0
N = W − F sin θ = (5)(10) − (25)(0,6) = 35 N
b. Gaya
gesek
Jika dalam soal hanya diketahui koefisien gesek kinetis, maka dipastikan benda bisa bergerak, sehingga fges = fk :
fges = μk N
fges = (0,1)(35) = 3,5 N
Jika dalam soal hanya diketahui koefisien gesek kinetis, maka dipastikan benda bisa bergerak, sehingga fges = fk :
fges = μk N
fges = (0,1)(35) = 3,5 N
c. Percepatan
gerak benda
Σ Fx = ma
F cos θ − fges = m.a
(25)(0,8) − 3,5 = 5a
5a = 16,5
a = 3,3 m/s2
Σ Fx = ma
F cos θ − fges = m.a
(25)(0,8) − 3,5 = 5a
5a = 16,5
a = 3,3 m/s2
4. Perhatikan
gambar berikut, balok 100 kg diluncurkan dari sebuah bukit!

Anggap lereng bukit rata dan memiliki koefisien gesek 0,125. Percepatan gravitasi bumi 10 m/s2 dan sin 53o = 0,8, cos 53o = 0,6. Tentukan nilai dari
a) Gaya normal pada balok
b) Gaya gesek antara lereng dan balok
c) Percepatan gerak balok
Pembahasan
Gaya-gaya pada balok diperlihatkan gambar berikut:


Anggap lereng bukit rata dan memiliki koefisien gesek 0,125. Percepatan gravitasi bumi 10 m/s2 dan sin 53o = 0,8, cos 53o = 0,6. Tentukan nilai dari
a) Gaya normal pada balok
b) Gaya gesek antara lereng dan balok
c) Percepatan gerak balok
Pembahasan
Gaya-gaya pada balok diperlihatkan gambar berikut:

a. Gaya normal pada balok
Σ Fy = 0
N − W cos θ = 0
N − mg cos 53o = 0
N − (100)(10)(0,6) = 0
N = 600 Newton
Σ Fy = 0
N − W cos θ = 0
N − mg cos 53o = 0
N − (100)(10)(0,6) = 0
N = 600 Newton
b. Gaya gesek antara lereng dan balok
fges = μk N
fges = (0,125)(600) = 75 newton
fges = μk N
fges = (0,125)(600) = 75 newton
c. Percepatan gerak balok
Σ Fx = ma
W sin θ − fges = ma
mg sin 53o − fges = ma
(100)(10)(0,8) − 75 = 100a
a = 725/100 = 7,25 m/s2
Σ Fx = ma
W sin θ − fges = ma
mg sin 53o − fges = ma
(100)(10)(0,8) − 75 = 100a
a = 725/100 = 7,25 m/s2
5. Bidang miring dengan sudut
kemiringan q = 30º, koefisien gesek 0,2. Ujung
bidang miring dilengkapi katrol tanpa gesekan. Ujung tali diatas bidang miring
diberi beban 4 kg. Ujung tali yang tergantung vertikal diberi beban dengan
massa 10 kg. Tentukanlah percepatan dan tegangan tali sistem tersebut!
Jawaban
Tinjau
m1 :
Σ F1 = m1 . a
T
– fk – w1 sin 30 = m1 . a
T
– μk . N – m1 g sin 30 = m1 . a
T
– μk . m1 . g . cos 30 – m1 . g sin 30 = m1
. a
T
– 0,2 . 4 . 10 . ½ 3 - 4 . 10 . ½ = 4 . a
T
– 4 3 - 20 = 4a
T
= 26,928 + 4a
Tinjau
m2 :
Σ F = m2 . a
w2 – T = m2 . a
w2 . g – T = m2 . a
10 .10 – T = 10 .a
T = 100 – 10a
Substitusi:
T = T
26,928 + 4a = 100 – 10a
14 a = 73,072
a = 5,148 m/s2.
Jadi
gaya tegangan tali sebesar:
T
= 100 – 10 . 5,148
=
48,52 N
Hukum Gravitasi Universal Newton
1. Jika percepatan gravitasi
dipermukaan bumi 9,8 m/s2, berapakah
percepatan gravitasi di suatu tempat yang mempunyai jarak R dari
permukaan bumi dimana R adalah jari-jari bumi.
Diketahui :
h = R
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan :
g’=.......?
2. Sebuah benda dipermukaan bumi
beratnya 60 N. Benda tersebut kemudian dibawa ke suatu planet yang
massanya 3 kali massa bumi (MP =3.MB) dan jari-jarinya 4 kali jari-jari bumi
(RP=4.RB). Tentukan berat benda dipermukaan planet tersebut
3. Seorang astronot di bumi memiliki
berat 800 N. Kemudian astronot itu naik pesawat meninggalkan bumi hingga
mengorbit pada ketinggian R (R = jari-jari bumi = 6.380 km). G = 6,67.10-11 Nm2kg-2. Berapakah berat astronot tersebut
pada orbit tersebut?
Diketahui:
R1
= R = 6.380 km = 6,38.106 m
R2 = R + R = 2 x 6,38.106 = 1,276×107
m
F1 = 800 N
F1 = 800 N
Ditanya:
F2 = ?
Jawab:
Berat astronot merupakan gaya gravitasi bumi. Sehingga sebanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua.
Berat astronot merupakan gaya gravitasi bumi. Sehingga sebanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua.
F2 = 200 N
4. Massa bumi dapat ditentukan
menggunakan nilai konstanta gravitasi yang telah ditentukan oleh Cavendish.
Jika massa bumi M dan jari-jari bumi R = 6,37 x 106 m dan bumi
dianggap bulat sempurna.
Dengan
menggunakan rumus percepatan akibat gravitasi bumi, maka besarnya massa bumi
ditentukan dengan persamaan
Hukum Kepler
1. Sebuah planet A yang berada di tata
surya berjarak 4.1011 m dari matahari dan periode revolusi plante
tersebut adalah 1000 hari, jika planet B terletak sejauh 1011 m dari
matahari, maka berapakah periode revolusi planet B
Diketahui;
R1 = 4.1011
m
T1 = 1000 hari
T1 = 1000 hari
R2 = 1011
m
Ditanya;
T2 = … hari?
Jawab
Jawab
Langganan:
Komentar (Atom)














